Tabulanpot Lengkeng

January 26th, 2011

TABULAMPOT LENGKENG

Cara Menanam di Pot

Menanam lengkeng di pot tentu berbeda caranya dibanding menanamnya di atas tanah halaman atau kebun. Butuh trik tersendiri untuk menanam dalam pot agar tanaman tumbuh subur, meski media tanam dan haranya terbatas.

Caranya, letakkan styrofoam setebal 5 cm di bagian dasar pot, mengikuti bentuk pot. Pecahan genting atau batu bata juga bisa menggantikan styrofoam, tapi akan membuat pot lebih berat. Pemasangan ini bertujuan agar air yang disiramkan bisa turun dan keluar dari pot.

Di atas styrofoam, masukkan campuran tanah, pupuk kandang dan pasir, atau serutan kayu dengan perbandingan 2:1:1.

Tinggi campuran tanah ini sekitar 20 cm. Masukkan pohon lengkeng, lalu masukkan campuran tanah, pupuk, dan serutan kayu atau sekam sebagai penutup. Terakhir, siram pohon sampai air keluar dari bagian bawah pot.

Untuk perawatan selanjutnya, cukup siram pohon dua hari sekali dan lakukan pemangkasan cabang serta buah. Tardi menambahkan, pohon lengkeng bisa langsung dipindahkan ke pot tanpa harus diaklimatisasi alias disesuaikan dulu dengan cuaca di tempat tanamnya.

Soal wadah yang dipilih untuk menanam, bisa tergantung selera. Drum yang dibelah lebih awet selama lima tahun sebagai pot. Namun, pot plastik diameter 70 cm pun boleh. Hanya saja, lebih mudah pecah.

Untuk menghindari hama lengkeng yaitu kutu putih, tutup buah dengan keranjang anyaman bambu. Untuk menghilangkan kutu, semprot dengan insektisida atau sikat daun yang terkena kutu dengan sikat gigi. Bila daun yang terkena cukup banyak, rontokkan daun agar segera tumbuh daun baru.

Upayakan buah lebih lebat

1. Memangkas

Saat tajuk pertama muncul, disarankan untuk dipangkas agar buah yang dihasilkan bisa rindang alias tidak tinggi.

2. Menyiram

Cara menyiram harus benar, karena volume media tanamnya tak banyak. Jadi, dua hari sekali harus disiram sampai airnya keluar meluber dari pot bagian bawah.

3. Pupuk

Selalu gunakan pupuk kandang, agar hasilnya lebih baik dan pohon tumbuh subur. Untuk tabulampot, setiap 3 bulan sekali (minimal 6 bulan sekali) ambil separuh tanah yang jadi media tanamnya, masukkan pupuk kandang ke dalam pot dan tutup lagi dengan sedikit tanah. Siram dengan air sampai tanah benar-benar basah.

Cara ini akan membuat daun muda cepat tumbuh, sehingga cepat berbunga. Pupuk kimia seperti NPK boleh digunakan, tapi cukup sedikit saja, sebulan sekali. Penggunaan potasium klorat yang dikenal sebagai bahan peledak juga bisa digunakan untuk merangsang pertumbuhan bunga, walaupun lengkeng sebetulnya tetap bisa berbuah tanpa harus dirangsang. Penggunaan pupuk kimia justru membuat tanah jadi keras.

4. Perontokan

Umumnya, lengkeng pada pembuahan pertama dagingnya kurang tebal. Ketebalan daging baru bisa dilihat setelah lengkeng 2-3 kali berbuah. Agar mendapatkan buah yang maksimal, rontokkan bunga yang pertama kali muncul. Sehingga, cabang akan bertambah dan bunga akan makin banyak. Bila bunga kedua sudah muncul tapi cabang belum ada, bunga bisa kembali dirontokkan.

5. Ganti Media

Masa produktif tabulampot lengkeng adalah usia 3 – 10 tahun. Agar tetap produktif selama masa itu, setidaknya setahun sekali ganti media tanamnya agar tidak keras, atau beri pupuk kandang.

6. Cangkok

Tabulampot yang sudah tinggi dan besar bisa dicangkok untuk dijadikan beberapa tanaman baru. Sehingga cabang yang tumbuh tak akan besar, karena bagian atasnya sudah dipangkas dan pohon jadi rimbun.


Peranan TIK dalam Penyuluhan Pertanian

January 19th, 2011

Pembangunan adalah proses sosial dalam suatu masyarakat, yang diselenggarakan dengan jalan memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada warga masyarakat dalam berpartisipasi untuk mendapatkan kemajuan, baik secara sosial maupun material bagi mayoritas masyarakat itu dengan mengendalikan lingkungan hidup mereka secara lebih baik (Roger dalam Jahi, 1988). Untuk menunjang pembangunan tersebut, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan oleh peneliti dan perekayasa, sangat diperlukan.

Menurut Fasli Jalal, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, terdapat sekitar 7000 orang peneliti dan perekayasa yang berada di bawah naungan Lembaga Penelitian  dan Pengembangan Departemen (LPPD) dan Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). Sebanyak 1100 orang di antaranya bernaung di bawah LIPI, 1600 orang di Departemen Pertanian, 350 orang di Departemen Kesehatan, dan sisanya tersebar di departemen lainnya.  Hal ini menunjukkan tingginya potensi peneliti dan perekayasa di samping 150.000 dosen yang ada di perguruan tinggi di bawah Departemen Pendidikan Nasional. Potensi ini terus diberdayakan untuk menjawab tantangan kebutuhan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang  menunjang pembangunan masa depan melalui kegiatan penelitian yang berkesinambungan.

Dengan demikian, penyebaran informasi ilmiah dalam pembangunan, untuk memberdayakan potensi sumber daya setempat, mutlak diperlukan.  Dalam proses pembangunan harus dikembangkan suatu jalinan dan komunikasi yang akrab antara peneliti, penyuluh dan masyarakat pengguna, terutama yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan penemuan, penelitian, pengujian, dan penyebarluasan serta pelayan dan bimbingan dalam penerapan teknologi yang akan dianjurkan dan harus dilaksanakan oleh seluruh warga masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.

Akan tetapi, informasi ilmiah yang terus dihasilkan oleh banyak institusi, seperti yang disebutkan di atas, belum sepenuhnya sampai kepada pengguna, terutama masyarakat pedesaan, terlebih yang berdiam jauh  di  pelosok atau daerah terpencil. Informasi ilmiah belum tersebar secara merata kepada pengguna karena masih terkendala pada saluran informasi yang belum merata. Pola penyebaran informasi masih terpusat pada lembaga tertentu dan belum dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkannya. Ketersediaan informasi yang ada di daerah masih sangat terbatas, sedangka kebutuhan informasi meningkat serta adanya harapan yang besar dari pencari informasi di daerah agar dapat mengakses informasi dengan mudah, cepat dan murah (Riyanto, 2008).

Salah satu upaya yang dapat dilakukakan untuk mempercepat dan memperluas informasi inovasi pertanian yang dihasilkan oleh badan Litbang tersebut agar dimanfaatkan secara maksimal oleh pengguna adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Dengan demikian, proses penyuluhan pertanian akan menjadi lebih efektif`dan efisien.

Pemanfatan Informasi dan Teknologi Komunikasi (ITK) untuk penyuluhan pertanian adalah “cyber extension” yang merupakan penggunaan jaringan on-line, computer dan digital interactive multimedia untuk memfasilitasi diseminasi teknologi pertanian. Model ini dianggap cukup strategis karena mampu meningkatkan akses informasi bagi petani, petugas penyuluh, dan peneliti, baik di lembaga penelitian maupun di universitas serta para manajer penyuluhan. Selain menggunakan “cyber extension” penyuluhan pertanian saat ini juga menggunakan multiple information system bagi masyarakat pedesaan untuk mendukung usaha dan bisnis pertanian serta perbaikan ekonomi rumah tangga masyarakat pedesaan. yan digunakan seperti Multiple communication systemtelephone, wireless information system, off-talk communication, FAX, CATV, personal computer communication, video tex, satellite communication system, internet (EI-net), television telephone system. Dengan adanya teknologi yang digunakan dalam penyuluhan pertanian diharapkan dapat meningkatkan layanan penyuluhan pada aktivitas petani dalam menyediakan inovasi pertanian yangsemakin advance dan membantu petugas penyuluhan pertanian dalam memainkan peran yang mengkoordinasi unsur pertanian di daerah agar dapat menjalin kerjasama denganpihak-pihak atau otoritas terkait.

Seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya petani dan pelaku pertanian serta kemajuan tekonologi informasi dan komunikasi serta pertimbangan efektivitas dan efisiensi penyebarluasan informasi, salah satu solusi yang ditawarkan dalam rangka mengatasi persoalan transfer teknologi dan pengetahuan pertanian adalah pemanfaatan information and communication technologies (ICTs) yang untuk penyuluhan pertanian dikenal dengan sebutan “cyber extension” yang merupakan penggunaan jaringan on-line, computer dan digital interactive multimedia untuk memfasilitasi diseminasi teknologi pertanian. Model ini dipandang sangat strategis karena mampu meningkatkan akses informasi bagi petani, petugas penyuluh, peneliti baik di lembaga penelitian maupun di universitas serta para manajer penyuluhan. Selain menggunakan “cyber extension” penyuluhan pertanian saat ini juga menggunakan multiple information system bagi masyarakat pedesaan untuk mendukung usaha dan bisnis pertanian serta perbaikan ekonomi rumah tangga masyarakat pedesaan. yan digunakan seperti Multiple communication systemtelephone, wireless information system, off-talk communication, FAX, CATV, personal computer communication, video tex, satellite communication system, internet (EI-net), television telephone system. Dengan adanya teknologi yang digunakan dalam penyuluhan pertanian diharapkan dapat meningkatkan layanan penyuluhan pada aktivitas petani dalam menyediakan inovasi pertanian yang semakin advance dan membantu petugas penyuluhan pertanian dalam memainkan peran yang mengkoordinasi unsur pertanian di daerah agar dapat menjalin kerjasama dengan pihak-pihak atau otoritas terkait.


Tugas Web

January 18th, 2011

Tugas Akhir (Individu)

MANAJEMEN TEKNOLOGI  INFORMASI

(BATAS PENYERAHAN : Selasa 18 Januari 2011 (jam 15:00) di DKSI Rektorat

Rancanglah suatu website dengan menggunakan fasilitas blogger IPB untuk 2 pilihan thema (silahkan masing-masing memilih sesuai interest saudara):

1.      Web konsultasi agribisnis & kewirausahaan

2.      Web konsultasi inovasi, kebijakan dan penerapan iptek untuk pertanian

Sebelum anda membuat blogger tersebut, jelaskan prinsip-prinsip perancangan saudara, lalu fungsi-fungsi dan fitur yang akan anda sediakan, konten utama yang akan ditampilkan dan rancangan menu blog saudara. Apa prinsip pemilihan jenis-jenis informasi meultimedia yang saudara gunakan. Terkahir berikan contoh hasil implementasi blog saudara yang mewakili prinsip-prinsip perancangan saudara.

Ketentuan tugas:

  • Menggunakan prinsip analisis dan sintesis serta rasionalisasi perancangan website yang tertulis dalam laporan yang diketik dengan font 11 New Times Roman 1.5 spasi dengan diberi halaman pada kanan atas. Halaman cover berisi judul dengan pilihan thema  telah saudara tentukan. Nama dan NRP mhs, nama program studi dan Institusi, serta tanggal dan tahun.
  • Menggunakan fasilitas blog mahasiswa yang berdomain ipb.ac.id yang telah disediakan untuk mahasiswa
  • Contoh konten diupayakan sefaktual mungkin dan sebanyak mungkin yang terkait (relevan) dengan thema yang saudara pilih.
  • Tulisan tentang analsis dan sinthesis perancangannya diserahkan pada Selasa  18 Jan 2011 jam 13:00 di DKSI. (Bobot nilai 70%)
  • Implementasi websitenya akan dinilai tanggal Senin 24 mulai jam 13:00 WIB (Bobot nilai 30%)
  • Setiap keterlambatan penyerahan akan ada penalti nilai.